•  
Untitled Document
Jumat, 27 Desember 2013 - 11:01:29 WITA
KALEIDOSKOP PEMERINTAH KOTA MANADO TAHUN 2013
Kategori: Kota Manado - Dibaca: 566 kali

Tahun 2013 segera berakhir.  Sejumlah keberhasilan, tantangan dan hambatan  dalam membangun menjadi kenangan yang tak terlupakan. Maju, statis dan mundur adalah tingkatan capaian pembangunan yang selalu menarik diperdebatkan. Mungkin tidak ada satu disiplin ilmu yang tepat mendefinisikannya. Pengertian dan penilaian keberhasilan pembangunan bisa berbeda antara satu orang dengan orang lainnya, antara satu daerah dengan daerah lainnya, bahkan bisa berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.

Demikian halnya  dengan pembangunan di kota Manado dibawa kepemimpinan Dr. G.S. Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA dan Harley Alfredo Benfica Mangindaan, SE, MSM tak luput dari berbagai penilaian. Namun, diakui atau tidak, selama tahun 2013 pembangunan di kota Manado, kemajuannya telah mengalami lompatan yang melebihi hambatan dan tantangannya.

Walikota dan Wakil Walikota Manado pilihan rakyat, yang akrab disapa GSVL-Ai berhasil mempercerah (enlightement) dan memperkaya (enrichment) kehidupan masyarakat melalui konsep pembangunan   membumi dan dinilai berhasil oleh banyak pihak  membawa perubahan dari aspek ekonomi,  kesehatan, pendidikan, infrastruktur, sosial,  budaya, dan  bidang-bidang lainnya.

Pada saat beberapa daerah di tanah air dirundung masalah sosial dan ekonomi, justru pada saat yang sama kota Manado mampu menjadi model bagi daerah lain untuk menciptakan hidup rukun dan damai dalam bingkai torang samua basudara.

Berkat kehidupan yang rukun damai dalam bingkai torang samua basudara , masyarakat dan jajaran pemerintah kota Manado berhasil menorehkan sejumlah catatan prestasi di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Di bidang pemerintahan, Vicky-Ai berhasil mendorong dan membangun perbaikan sistem yang  akuntabel dan transparan. Kedua pemimpin low profile ini membangun integritas dan nilai etika bukan sebagai keharusan, tetapi sebagai kebutuhan melalui program Senin Tuntas Temuan Plus (Sentas T Plus); ikut serta dalam  program Support to Indonesia’s Islands of Integrity Program for Sulawesi (SIPS) Project; melaksanakan layanan terpadu satu atap melalui Badan Pelayanan Perijinan Terpadu yang menggratiskan sejumlah izin; melakukan layanan administrasi kependudukan melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dengan menggratiskan biaya sejumlah surat penting; melakukan pengadaan barang dan jasa secara elektonik melalui Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota ; dan berhasil  membangun sinergitas dengan DPRD kota Manado, sehingga menghasilkan sejumlah Perda-Perda strategis.

Di bidang pembangunan, Vicky-Ai melalui visi, Manado Kota Model Ekowisara berhasil menjadikan pariwisata sebagai sektor penggerak utama pembangunan. Pembangunan sektor pariwisata  dan pendukungnya telah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan.  Jumlah kunjungan wisatawan  dari tahun ke tahun terus meningkat. Jumlah usaha pariwisata seperti hotel, restoran, rumah makan, sarana hiburan umum, tour and travel, dan diving center terus meningkat; demikian pula sejumlah iven  bergengsi lainnya, baik skala nasional dan internasional, intensitasnya  terus bergerak naik, sehingga semakin memantapkan citra Manado sebagai salah satu kota destinasi pelaksanaan MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhebition); berkurangnya kondisi jalan rusak berat dan sedang; menurunnya angka pengangguran; meningkatnya pemeliharaan rutin jalan; pada bulan Juli melaunching Kaeng Manado yang merupakan kekayaan budaya dan jati diri kota Manado;pembangunan/rehabilitasi dan pemeliharaan saluran drainase; revitalisasi sarana pedestrian, pembangunan air bersih dan sanitasi melalui pembangunan MCK dan IPAL sistem komunal Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat (SPBM).

Di bidang kemasyarakatan, GSVL-Ai melalui misi, Menjadikan Manado Kota Yang Menyenangkan berhasil menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam semangat Torang Samua Basudara. Hal ini tercipta berkat dukungan dan peranserta masyarakat, takoh agama, tokoh masyarakat, BKSAUA, FKUB, TNI dan POLRI; juga berhasil menurunkan jumlah kasus kematian dan  kasus gizi buruk; melaksanakan layanan kesehatan 1 x 24 jam bagi seluruh masyarakat Manado di 15 PUSKESMAS; melakukan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online; memberi bantuan seragam, sepatu dan alat tulis menulis kepada 1200 siswa kepada keluarga tidak mampu/miskin; memberikan dukungan biaya operasional dan kesejahteraan bagi pimpinan umat beragama; memberikan insentif kepada 504 kepala lingkungan sebesar Rp 2.000.000 per bulan; melaksanakan program inovatif PBL Mapaluse bagi 504 lingkungan yang dimaksudkan untuk menghadirkan pembangunan yang adil dan merata; melaksanakan program Universal Coverage (layanan kesehatan gratis) sejak Januari 2013, memberikan santunan duka sebesar Rp 2.500.000 (dua juta lima ratus ribu rupiah) bagi warga Manado terhitung mulai Oktober 2013; program Aspol dan  sejumlah program lainnya yang pro rakyat.

Sepanjang tahun 2013, keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat kota Manado mendapat apresiasi dan pengakuan dari pemerintah pusat dalam bentuk 7 (tujuh) penghargaan, yaitu penghargaan piala Adipura untuk yang ke-7 kalinya; penghargaan laporan hasil pemeriksaan BPK RI dengan predikat WDP; penghargaan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP); penghargaan Manggala Karya Kencana dalam bentuk lencana dan sertifikat dari Presiden RI yang diserahkan oleh kepala BKKBN RI melalui Irtama BKKBN, Dra. Mieke Sangian, M.Si kepada Walikota Manado; penghargaan Kota Sehat dengan kategori Swasti Saba Wistara;  penghargaan ‘Langit Biru’ dari Kementerian Lingkungan Hidup, penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) dari Kementerian Perhubungan RI.

Program Universal Coverage (UC) atau layanan kesehatan gratis mendapat respons yang baik dari seluruh elemen masyarakat. “Terima kasih Pak Wali, berkat program UC anggota keluarga kami tertolong dan terbantukan,” ujar Johanes, salah satu keluarga pasien. Senada dengan Johanes, ibu Joula, Warga Singkil, mengaku bahwa program UC benar-benar menyentuh langsung rakyat kecil. “Berkat program UC, seluruh biaya perawatan yang harus ditanggung pasien digratiskan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika tidak ada program UC dari pak Wali, pasti saya akan mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk biaya kesehatan,” ujarnya.

Program santunan duka sejumlah Rp 2.500.000 juga dirasa oleh warga sangat membantu  masyarakat yang kurang mampu. “Terima kasih pak Wali, program Bapak sangat membantu keluarga saya yang ditimpa duka,” ujar Maxi. 

Program Pembangunan Berbasis Lingkungan Membangun Prasarana Lingkungan dan Sosial Ekonomi (PBL MAPALUSE) yang diberikan kepada 504 lingkungan dengan dana stimulan Rp 75.000.000 tiap lingkungan dinilai baik oleh masyarakat dan sangat pro rakyat, karena PBL Mapaluse bukan merupakan proyek, tapi merupakan program yang dikelola langsung oleh masyarakat dan dananya langsung  ke rekening Kelompok Masyarakat Mapaluse (KMM), yang diketuai oleh kepala lingkungan.

Masyarakat menilai PBL MAPALUSE berhasil karena mendukung visi Manado sebagai kota model ekowisata, terjadi pemerataan dalam pembangunan di kota Manado, mendorong partisipasi masyarakat, menurunkan angka kemiskinan, dan memperbaiki kualitas lingkungan. 

Pertumbuhan ekonomi kota Manado didominasi oleh 4 sektor. Pertama, adalah sektor perdagangan, restoran dan hotel yang memberikan kontribusi  terbesar. Kedua, sektor jasa. Ketiga, adalah sektor angkutan dan komunikasi. Keempat, sektor bangunan. Sedangkan yang terkecil kontribusinya adalah sektor pertambangan dan penggalian.

Dalam upaya untuk memacu dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kota Manado, GSVL-Ai mengembangkan pembangunan pariwisata sebagai prime mover. Sejumlah jalur penerbangan baru telah dijajaki, termasuk rencana akan dibuka jalur penerbangan pulang pergi antara Manado dengan salah satu kota di Jepang.

Sektor pariwisata dipilih oleh kedua pemimpin pilihan rakyat ini karena sesuai dengan posisi geografis kota Manado yang terletak di kawasan Asia-Pasifik. Selain memiliki posisi yang strategis, kota Manado juga memiliki sejumlah unggulan komparatif dibandingkan kabupaten/kota lainnya di kawasan timur Indonesia. Sejumlah unggulan yang memiliki nilai ekonomi potensial tersebut antara lain: objek wisata Taman Nasional Laut Bunaken (TNLB), yang titik-titik penyelaman dan keindahan taman lautnya telah dikenal di seluruh dunia; unggulan lainnya adalah keramahtamahan, kearifan lokal; dan central bussiness district (CBD) di kawasan Boulevard yang memanjakan pengunjung dan turis dengan ratusan mal, ruko, hotel, restoran dan rumah makan. Boulevard merupakan kawasan ideal untuk kegiatan wisata belanja, kegiatan bisnis, kuliner dan untuk menikmati keindahan panorama alam teluk Manado dan untuk menyaksikan sunset.

Pembangunan Coelacanth Ark Museum di Boulevard sebagai landmark baru kota Manado, revitalisasi pasar Bersehati yang akan dikembangkan sebagai pasar wisata, pelebaran sejumlah ruas jalan, revitalisasi DAS Tondano, adalah sejumlah upaya yang dilakukan oleh GSVL-Ai untuk menjadikan Manado sebagai kota model ekowisata. 

Kegiatan Pemkot Menyapa yang disiarkan secara live oleh RRI Manado dan Pemkot Menjawab yang ditayangkan oleh TVRI dan TV Swasta merupakan dua model yang sukses dilaksanakan untuk mendekatkan diri dengan rakyat, mengsosialisasikan program dan menyerap aspirasi dari rakyat. Rakyat menyambut dan mengapresiasi dengan baik, karena bisa bertemu langsung dengan pemimpin pilihan; juga rakyat merasa dilibatkan dalam membangun, diberi ruang memberi kritik dan sumbang saran yang konstruktif.        

Keberhasilan kota Manado dalam membangun mendapat pengakuan dan pujian dari presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY terkesan dengan keamananan, kebersihan dan keramatamahan masyarakat Manado. "Manado adalah tanah Tuhan yang menjanjikan harapan," kata SBY dalam sambutannya saat penutupan HPN di ballrom GKIC pada tanggal 12 Februari 2013. Dipesankannya agar kehidupan masyarakat  kota Manado yang toleran, damai, harmonis dan ramah terus dipelihara dan dijaga.

Tak bisa dipungkiri bahwa di samping kemajuan yang telah diperoleh masih terdapat kendala, hambatan dan tantangan yang merintangi laju kecepatan kemajuan pembangunan untuk menuju Manado sebagai kota yang menyenangkan, antara lain sebagaimana yang sering disampaikan oleh Walikota, yaitu masalah banjir kendaraan, banjir sampah dan banjir air; semuanya terjadi akibat kota Manado dalam tiga tahun terakhir telah mengalami banjir orang. 

Berbagai upaya untuk mengatasinya terus dilakukan. Penyediaan tempat sampah terpilah, pengomposan dan bank sampah, adalah sejumlah upaya untuk mengatasi masalah banjir sampah. Namun masih terdapat sebagian warga masyarakat yang perlu terus didorong dan diingat-ingatkan bahwa sampah bukan lagi barang yang harus dijauhi dan dimusuhi, tetapi merupakan barang yang memiliki nilai ekonomi.

Ketergantungan masyarakat Manado  yang tinggi terhadap transportasi pribadi, jumlah ruas jalan yang tidak bertambah, parkir kendaraan disembarang tempat, keberadaan bus massal yang tidak begitu menarik bagi penumpang, dan jumlah kendaraan yang terus bertambah merupakan sejumlah faktor yang menyebabkan perlambatan dan kemacetan lalu lintas.

“Kami terus berbenah untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, menghadirkan pelayanan yang memuaskan bagi semua orang, serta berupaya menghadirkan program-program pembangunan yang terarah, adil dan merata, yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Manado,” kata Walikota.

Dikatakan oleh Walikota bahwa untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas, sejumlah upaya terus dilakukan, antara lain pelebaran sejumlah ruas jalan, rekayasa arus lalu lintas,  pembangunan terminal tipe A di Liwas, dan program ASPOL.

Menurut Walikota, program Angkot, Shuttle bus, Parkir dan tOl (ASPOL) merupakan salah satu program jangka pendek untuk menekan dan mengurangi kemacetan lalu lintas. Tahun 2014 direncanakan akan diuji coba di jalan Sam Ratulangi; jika berhasil akan diberlakukan di jalan Pierre Tendean (Boulevard) dan di jalan Sudirman.  

Permasalahan banjir air pada sejumlah wilayah yang sudah, sedang, dan akan terus dicarikan solusinya hendaknya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat. Peristiwa banjir dan longsor yang terjadi 17 Februari 2013, yang menelan 10 korban jiwa, 11935 KK  korban banjir, 518 KK korban tanah longsor, 41863 KK yang terdampak banjir dan tanah longsor perlu menjadi pelajaran yang berharga, terutama bagi warga masyarakat yang menempati bantaran sungai dan daerah tebing yang rawan longsor.

Masyarakat hendaknya mengubah pola pikir yang selama ini lebih senang dan puas menerima bantuan pasca bencana  dengan cara menghindari dan mau dihindarkan dari daerah rawan banjir dan tanah longsor. Program revitalisasi sungai atau DAS Tondano adalah salah satu upaya jangka panjang pemerintah untuk menghindarkan masyarakat dari ancaman bahaya banjir.

Kemajuan dan kecepatan  pembangunan kota Manado dalam kepemimpinan Vicky-Ai  yang telah melampaui jauh tantangan dan hambatannya terjadi karena optimisme dan dukungan masyarakat untuk menjadikan Manado sebagai kota yang menyenangkan. Prestasi dan pengakuan dalam bentuk 7 penghargaan sepanjang tahun 2013, dan 8 program pro rakyat untuk waktu 5 tahun yang telah terealisasi dalam waktu kurang dari 3 tahun adalah buktinya.

"Saya menyampaikan dari lubuk hati yang dalam, tidak ada yang luar biasa tanpa dukungan warga masyarakat dan DPR D kota Manado, " kata GSVL, sapaan akrab Walikota visioner ini dalam ibadah  mengsyukuri 3 tahun kepemimpinan tanggal 8 Desember 2013.***



Diposting oleh : soleman montori

Share






Komentar (Via Facebook) :