•  
Untitled Document
VISI DAN MISI
Diposting tanggal: 28 Januari 2012

1. VISI 

Visi merupakan merupakan pernyataan yang sedapat mungkin singkat tapi menarik atau menantang sehingga mudah diingat tetapi secara substansi harus mampu menggambarkan apa yang ingin dicapai merujuk pada program-program yang ditawarkan Kepala Daerah terpilih waktu mencalonkan diri. Adapun visi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Manado 2011-2015 adalah :

 

Visi Manado 2015 :“ Manado Kota Model Ekowisata”

(Manado Model City for Ecotourism) 

 

Visi Pembangunan Daerah Kota Manado ini diharapkan akan mewujudkan harapan dan amanat masyarakat kota Manado dengan tetap mengacu pada pencapaian tujuan nasional sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945, serta selaras dengan RPJM Nasional 2010-2014, RPJMD Provinsi Sulawesi Utara 2010-2015 serta RPJPD Kota Manado 2005-2025. Visi pembangunan Daerah Kota Manado tersebut harus jelas mudah dipahami oleh seluruh masyarakat dan dapat dicapai dan merupakan pencapaian satu tahapan dalam mewujudkan visi Jangka Panjang Kota Manado yaitu Manado Pariwisata Dunia.

Secara konseptul ekowisata dapat didefinisikan sebagai suatu konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan, sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat. Dari segi pengelolaanya, ekowisata dapat didifinisikan sebagai penyelenggaraan kegiatan wisata yang bertanggung jawab di tempat-tempat alami dan atau daerah-daerah yang dibuat berdasarkan kaidah alam dan secara ekonomi berkelanjutan yang mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatnkan kesejahtraan masyarakat setempat. Sementara itu dari segi perjalanannya dapat didefinisikan sebagai “perjalanan yang bertanggung jawab ketempat-tempat yang alami dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahtraan penduduk setempat”

Dari definisi diatas, dapat dipahami bahwa ekowisata adalah ecological tourism, yaitu suatu model pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab di daerah yang masih alami atau daerah-daerah yang dikelola secara kaidah alam untuk menikmati dan menghargai alam (dan segala bentuk budaya yang menyertainya) yang mendukung konservasi, melibatkan unsur pendidikan dan pemahaman, memiliki dampak yang rendah dan keterlibatan aktif sosio ekonomi masyarakat setempat. Ekowisata merupakan upaya untuk memaksimalkan dan sekaligus melestarikan pontensi sumber-sumber alam dan budaya untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan yang berkesinambungan. Dengan kata lain ekowisata adalah kegiatan wisata alam plus plus.

Adanya unsur plus plus di atas yaitu kepudulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat ditimbulkan oleh : Kekuatiran akan makin rusaknya lingkungan oleh pembangunan yang bersifat eksploatatif terhadap sumber daya alam, Asumsi bahwa pariwisata membutuhkan lingkungan yang baik dan sehat, Kelestarian lingkungan tidak mungkin dijaga tanpa partisipasi aktif masyarakat setempat, Partisipasi masyarakat lokal akan timbul jika mereka dapat memperoleh manfaat ekonomi ('economical benefit') dari lingkungan yang lestari, Kehadiran wisatawan ke tempat-tempat yang masih alami itu memberikan peluang bagi penduduk setempat untuk mendapatkan penghasilan alternatif dengan menjadi pemandu wisata, porter, membuka homestay, pondok ekowisata (ecolodge), warung dan usaha-usaha lain yang berkaitan dengan ekowisata, sehingga dapat meningkatkan kesejahtraan mereka atau meningkatkan kualitas hidpu penduduk lokal, baik secara materiil, spirituil, kulturil maupun intelektual.

Dalam perspektif pembangunan daerah kota Manado jangka panjang, penetapan visi Manado Kota Model Ekowisata adalah satu dari 5 (lima) tahapan pembangunan daerah yang disepakati melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Manado 2005-2025. Jika tahap pertama yaitu periode 2005-2010 dengan visi Manado Kota Pariwisata Dunia, ditujukan pada upaya memperkenalkan dan menjadikan Manado sebagai salah satu destinasi wisata dunia di Indonesia, maka pada tahapan kedua yaitu periode 2010-2015 visi kota Manado diarahkan untuk memperkuat citra kota Manado sebagai kota wisata dunia dengan focus pada meningkatkan primadona pariwisata kota Manado yaitu Taman Nasional Bunaken yang dikelola melalui prinsip-prinsip ekowisata.

Oleh karena ekowisata lebih diarahkan pada kawasan Taman Nasional dalam hal ini Taman Nasional Bunaken, maka berkembangnya berbagai kegiatan perkotaan lainnya termasuk mass-tourism, MICE-tourism maupun perdagangan dan jasa tetap akan dikembangkan.

 

                2. MISI

Dengan maksud agar mudah dipahami dan diingat oleh seluruh stakeholders maka misi atau cara bagaimana visi itu diwujudkan, disepakati dirumuskan dalam suatu kalimat sederhana tapi sarat makna yaitu :

 

“Menjadikan Manado sebagai kota yang  menyenangkan.”

(To make Manado a city of happiness).

 

Misi merupakan komitmen untuk melaksanakan agenda-agenda utama yang menjadi penentu keberhasilan pencapaian visi pembangunan. Secara substansial misi pembangunan jangka menengah tahun 2011-2015 ini merupakan kelanjutan dari misi pembangunan jangka menengah sebelumnya yaitu Manado kota yang menyenangkan dimana setiap orang dapat mewujudkan potensi dan impiannya.

Yang dimaksud dengan kota yang menyenangkan adalah tempat dimana orang bermukim ataupun orang tinggal dalam situasi kondisi dimana lingkungan fisiknya asri, hijau dan bersih sementara masyarakatnya hidup dengan berbagai aktivitasnya dalam suasana rukun dan damai, tentram, aman sejahtera lahir bathin serta memiliki pemerintahan yang responsive, akuntabel. 

 

                TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan dan sasaran pada hakekatnya adalah penegasan kembali visi dan misi pembangunan kota Manado secara lebih terinci, lebih tergambar dengan jelas dan selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan kerangka kerja pembangunan secara keseluruhan. Rumusan tujuan dan sasaran merupakan dasar dalam penyusunan pilihan-pilihan strategi pembangunan dan sarana untuk mengevaluasi pilihan-pilihan tersebut. Tujuan (goal) adalah pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk menapai visi, melaksanakan misi dengan menjawab isu strategis dan permasalahan pembangunan daerah.

Untuk menjabarkan misi agar jelas wujudnya dalam masa lima tahun kedepan ditetapkan tujuan (grand strategy, goals) pembangunan daerah kota Manado ssebagai berikut :

1.     Mewujudkan Kehidupan Masyarakat yang Berkualitas, Rukun dan Damai

2.     Menciptakan Lingkungan Perkotaan yang Nyaman.

3.     Membangun Identitas dan Citra Kota sebagai Model Ekowisata Dunia

4.     Meningkatkan Peran Manado dalam Pengembangan Ekonomi Kawasan

5.     Menerapkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih

Kelima grand strategies (tujuan/goals) tersebut diatas merupakan kristalisasi dari apa yang ingin diwujudkan masyarakat kota Manado, yang juga ingin dicapai melalui visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota Manado untuk periode 2010-2015.

Secara teknokratik, gambaran nyata dari cita-cita pembangunan diatas akan dicapai secara bertahap, sinambung, dan disesuaikan dengan kemampuan pendanaan APBD. Namun dengan berupaya menyesuaikan dengan prioritas nasional dan provinsi Sulawesi Utara, diharapkan pendanaan pembangunan di kota Manado juga akan didukung oleh dana APBD Provinsi Sulawesi Utara dan APBN, mengingat posisi Manado sebagai Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, sekaligus juga semakin signifikan perannya dalam skala nasional, khususnya dibidang pariwisata. Pembiayaan pembangunan daerah juga diharapkan akan didukung oleh investasi dunia usaha serta masyarakat itu sendiri.

Adapun sasaran-sasaran yang ingin dicapai menurut tujuannya adalah sebagai berikut :

 

I        Mewujudkan Kehidupan Masyarakat yang Berkualitas, Rukun dan Damai

1.     Terpeliharanya hubungan harmonis antar agama dan antar umat beragama dan pemerintah

2.  Pelayanan kesehatan yang berkualitas mampu menjangkau dan dijangkau oleh seluruh masyarakat setiap saat.

3.     Pendidikan yang Berkualitas mampu menjamin pendidikan bagi seluruh masyarakat dengan unggulan Iptek dan Bahasa Internasional.

4.   Pemuda Manado meraih prestasi regional, nasional dan internasional di bidang olahraga, sosial budaya dan iptek.

5.     Masyarakat usia produktif menjadi tenaga kerja produktif yang mampu memajukan potensi daerahnya.

6.     Keluarga menerapkan norma keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.

II      Menciptakan Lingkungan Perkotaan yang Nyaman.

1.     Lingkungan perkotaan dan pemukiman memiliki infrastruktur yang memenuhi standar.

2.     Seluruh wilayah dapat diakses sarana transportasi yang terintegrasi, lancar,  aman dan nyaman.

3.     Kawasan boulevar dan DAS Tondano menjadi waterfront city dengan infrastruktur dan fasilitas yang bertaraf internasional.

4.     Seluruh pembangunan sesuai tata ruang wilayah serta bebas pencemaran dan pengrusakan lingkungan.

III   Membangun Identitas dan Citra Kota sebagai Model Ekowisata Dunia

1.     Manado menjadi model ekowisata bahari dan tujuan ekowisata dunia.

2.     Manado menjadi pusat penelitian dan pengembangan ecowisata internasional.

IV   Meningkatkan Peran Manado dalam Pengembangan Ekonomi Kawasan

1.     Manado menjadi salah satu tujuan investasi dan  pusat perdagangan terbesar di kawasan timur Indonesia.

2.     Seluruh wilayah memiliki pasar yang mampu menjamin ketersediaan bahan pokok dansarana produksi dengan harga terjangkau.

3.     Setiap kelurahan memiliki kelompok usaha yang mandiri dan produk unggulan.

4.     Setiap produk unggulan menerapkan teknologi pengolahan dan kemasan yang unggul dengan mutu terjamin.

V      Menerapkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih :

1. Manajemen pemerintahan (perencanaan, pelaksanaan,  pengendalian dan pelaporan) dilaksanakan secara terintegrasi dan tepat waktu dengan basis data yang terkini dan akurat

2. Setiap SKPD memiliki aparatur yang kompeten sesuai kebutuhan dan mencapai target kinerjanya dengan administrasi yang akuntabel.

3.     Pelayanan publik menerapkan pelayanan prima dan  sistem informasi terintegrasi yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat

4.     Masyarakat berpartisipasi aktif dalam pembangunan serta taat hukum dalam melaksanakan kegiatannya secara tertib, aman dan harmonis.